****
namaku
liara, lahir dari keluarga yang luar biasa. Aku memiliki ibu yang seorang
aktris cantik, dan ayahku yang seorang sutradara yang sudah banyak menyutadarai
banyak film terkenal , dan aku juga memiliki seorang kakak perempuan, wanita
yang luar biasa. Kakakku selain memiliki paras wajah yang cantik ia juga pandai
bermain piano dan tak tertinggal dengan suara merdunya yang sangat menenangkan
setiap orang yang mendengar nyanyiannya,
bisa dibilang kakakku calon penyanyi ternama. Kata orang kami itu keluarga
multi talent. Oh, right aku belum memberitahu apa kelebihanku, sebenarnya
sangat sederhana. Aku adalah cewe yang suka baca buku bahkan sebagian temanku
ada yang memangggilku kutu buku. Buku yang ku suka baca ialah novel, yah
mungkin karna suka membaca aku jadi suka menulis. Karyaku sudah dimuat di
beberapa majalah, hanya saja tidak begitu dikenal banyak orang. Tidak seperti
ayah, ibu, maupun kakakku. Aku hanya perempuan biasa yang hanya bisa menulis
sebuah cerita. Sejak kecil aku iri dengan kakak yang bisa banyak.. sudah
cantik, pintar, pandai memainkan piano juga seorang penyanyi. Aku berpikir kalau
aku ini benar benar tidak sebanding dengan kakak.
Lalu, suatu
hari aku menemukan ide aneh. Apa itu? Aku ingin memata matai kakakku setelah
itu aku akan merubah diriku menjadi kakak.. aku lelah terus terusan di
bandingkan oleh ibu, bahkan teman temanku. Aku ingin jadi dirinya. Sejak itu
aku mulai meninggalkan kebiasaan membaca dan berhenti untuk menulis. Aku lebih
focus untuk memoles kulit agar cantik seperti kakak. Dan setiap ada kesempatan
aku akan melatih suaraku yang sebenarnya gk ancur ancur bener sih, Cuma gk bisa
di samakan dengan kakak. Sejak hari itu aku memulai rencana ini, hidupku
berangsur angsur berubah, bahkan tidak seperti yang kubayangkan. Aku jadi punya
banyak penggemar di sekolah, dan banyak laki laki yang juga sudah menembakku.
Beda denga liara si kutu buku. Sekarang
aku sudah jadi liara yang cantik. Liara yang dulu itu sudah musnah dan berganti
dengan liara yang lebih baik. Sekarang banyak orang yang segan denganku gk
kayak dulu dikit dikit minta buatin karangan, minta ajarin buat cerita. Tapi
sekarang mereka lebih menghormatiku, aku juga
sudah belajar untuk menolak permintaan orang dari kakak.. beda dengan
dulu.. liara yang dulu itu lemah! Dengan ini aku puas aku bisa membanggakannya.
Aku tak perlu bersembunyi di balik buku lagi. Setiap aku berjalan di sekolah,
semua murid melihat kecantikanku sampai melamun. Aku senang dengan semua ini.
tapi sejak itu pula jadi banyak surat penggemar yang dulu membaca karanganku
untuk memitaku kembali menuis. Tentu saja aku tidak mau kembali menjadi liara
si penulis rendahan. Kini kedudukan ku sudah tinggi. Aku bisa dibilang sudah
menyamai kakak!
Setelah aku
berhenti menjadi penulis dan mengikuti kakak untuk jadi seorang penyanyi.
Hidupku memang berangsur menjadi baik, tapi ternyata tidak semuadah itu, banyak
sekali larangannya mulai dari gk boleh makan itu dan ini, aku juga harus jaga
kesehatan jadi gk bisa main dengan bebas sudah lagi waktuku jadi terpakai untuk
latihan suara. Aku gk nyangka ternya susah. Hmm tapi kalau aku pikir pikir
waktu aku jadi penulis dulu aku bebas tuh makan itu ini, aku juga bebas kok
main kesana kemari, dan aku menulis bisa kapan aja di mana aku mau dan jika
sempat. Yaah aku jadi teringat kata ibu setelah aku memutuskan untuk menjadi
penyanyi ibu mengatakan
“nak, kamu yakin mau jadi penyanyi dan berhenti dari hoby menulismu itu?”
“nak, kamu yakin mau jadi penyanyi dan berhenti dari hoby menulismu itu?”
“iya, ma”
“tapi kamu
kan sudah suka membaca dan menulis sejak kecil, kan sayang juga kalau disia
siakan bakatmu ini”
“bakat apa?
Mengarang cerita? Ma, itu gk bisa dibilang bakat, itu gk ada apa apanya dari
pada mama, kakak, sama papa. Liara tuh gk ada apa apanya kalu Cuma jadi
penulis.”
“hmm mama gk
ngelarang kamu kok nak, mau jadi apa kamu itu pilihanmu itu keputusan liara,
tpi ingat pesan mama ini tetaplah jadi dirimu sendiri.”
“iya, ma.
liara mengerti”
“jadi dirimu sendiri ya, nak” jadi diri sendiri? Yang seperti apa? Setelah
aku memikkirkan itu aku bertanya kepada mama dan menceritakan apa yang
kurasakan.
Setelah
mendengar keluhanku mama bertanya.
“sekarang
kamu mau apa?”
“mau apa?
Yah liara mau…-“
“mau? Jadi
penulis yang mudah, gk mau. jadi penyanyi juga gk mau.. jadi gimana?
“jadi
penyanyi susah sih ma.. kan liara kira itu gampang.. tapi kalau Cuma jadi
penulis gk ada apa apanya sama mama juga kakak. Mama seorang aktris, kakak
penyanyi terkenal. Liara Cuma penulis biasa dong.”
“gk ada yang
namanya gampang di dunia ini, anakku. Semua keberhasilan memerlukan usaha. Nak,
mama kan bilang mau jadi apa itu keputusanmu.. tapi ingat jati dirimu, jadilah
diri sendiri.”
“iya, ma.
ma, kalau liara berhenti jadi penyanyi gimana? Liara capek, terus gk bebas.
Kayaknya jadi penulis aja deh”
“apapun yang
liara mau.”
Setelah itu
aku kembali menjadi penulis, aku mengerti maksud mama untuk jadi diri sendiri,
jadilah dengan apa yang sudah terlahir dalam diri kita sejak kecil. Dan sekali
lagi aku punya ide. Kali ini mungkin gk terlalu buruk idenya. Setelah
memikirkan ide itu, aku mengusulkan ke mama, papa, dan kakak. Semuanya menyetujuinya.
Sebulan
kemudian, kami sekeluarga mengadakan drama musical. Yup, inilah ideku. Aku
ingin menulis suatu cerita yang biasa disutradarai oleh papa dan di perankan
oleh mama, gk lupa untuk memasukkan unsur musical agar kakak bisa bernyanyi.
Nah kami jadi punya pekerjaan yang tepat. Seperti kelihatannya aku akan menulis
suatu cerita, lalu papa akan menyutradarai filmnya dan mama dan kakak akan menjadi peran didalamnya.
Lengkap! Ini keluarga yang hebat.. luar biasa! Aku bersyukur jadi diri sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar