-WELCOME TO MY BLOG- -FOLLOW THIS BLOG- -FOLLOW MY TWITTER- THANK YOU

Senin, 24 Desember 2012


jadi dirimu sendiri!

0
yup, cerita lagi yah kawan..  ini cuma cerita sederhana tapi saya berharap bisa mengispirasi teman teman



****
namaku liara, lahir dari keluarga yang luar biasa. Aku memiliki ibu yang seorang aktris cantik, dan ayahku yang seorang sutradara yang sudah banyak menyutadarai banyak film terkenal , dan aku juga memiliki seorang kakak perempuan, wanita yang luar biasa. Kakakku selain memiliki paras wajah yang cantik ia juga pandai bermain piano dan tak tertinggal dengan suara merdunya yang sangat menenangkan setiap orang yang mendengar nyanyiannya,  bisa dibilang kakakku calon penyanyi ternama. Kata orang kami itu keluarga multi talent. Oh, right aku belum memberitahu apa kelebihanku, sebenarnya sangat sederhana. Aku adalah cewe yang suka baca buku bahkan sebagian temanku ada yang memangggilku kutu buku. Buku yang ku suka baca ialah novel, yah mungkin karna suka membaca aku jadi suka menulis. Karyaku sudah dimuat di beberapa majalah, hanya saja tidak begitu dikenal banyak orang. Tidak seperti ayah, ibu, maupun kakakku. Aku hanya perempuan biasa yang hanya bisa menulis sebuah cerita. Sejak kecil aku iri dengan kakak yang bisa banyak.. sudah cantik, pintar, pandai memainkan piano juga seorang penyanyi. Aku berpikir kalau aku ini benar benar tidak sebanding dengan kakak.
Lalu, suatu hari aku menemukan ide aneh. Apa itu? Aku ingin memata matai kakakku setelah itu aku akan merubah diriku menjadi kakak.. aku lelah terus terusan di bandingkan oleh ibu, bahkan teman temanku. Aku ingin jadi dirinya. Sejak itu aku mulai meninggalkan kebiasaan membaca dan berhenti untuk menulis. Aku lebih focus untuk memoles kulit agar cantik seperti kakak. Dan setiap ada kesempatan aku akan melatih suaraku yang sebenarnya gk ancur ancur bener sih, Cuma gk bisa di samakan dengan kakak. Sejak hari itu aku memulai rencana ini, hidupku berangsur angsur berubah, bahkan tidak seperti yang kubayangkan. Aku jadi punya banyak penggemar di sekolah, dan banyak laki laki yang juga sudah menembakku. Beda denga  liara si kutu buku. Sekarang aku sudah jadi liara yang cantik. Liara yang dulu itu sudah musnah dan berganti dengan liara yang lebih baik. Sekarang banyak orang yang segan denganku gk kayak dulu dikit dikit minta buatin karangan, minta ajarin buat cerita. Tapi sekarang mereka lebih menghormatiku, aku juga  sudah belajar untuk menolak permintaan orang dari kakak.. beda dengan dulu.. liara yang dulu itu lemah! Dengan ini aku puas aku bisa membanggakannya. Aku tak perlu bersembunyi di balik buku lagi. Setiap aku berjalan di sekolah, semua murid melihat kecantikanku sampai melamun. Aku senang dengan semua ini. tapi sejak itu pula jadi banyak surat penggemar yang dulu membaca karanganku untuk memitaku kembali menuis. Tentu saja aku tidak mau kembali menjadi liara si penulis rendahan. Kini kedudukan ku sudah tinggi. Aku bisa dibilang sudah menyamai kakak!
Setelah aku berhenti menjadi penulis dan mengikuti kakak untuk jadi seorang penyanyi. Hidupku memang berangsur menjadi baik, tapi ternyata tidak semuadah itu, banyak sekali larangannya mulai dari gk boleh makan itu dan ini, aku juga harus jaga kesehatan jadi gk bisa main dengan bebas sudah lagi waktuku jadi terpakai untuk latihan suara. Aku gk nyangka ternya susah. Hmm tapi kalau aku pikir pikir waktu aku jadi penulis dulu aku bebas tuh makan itu ini, aku juga bebas kok main kesana kemari, dan aku menulis bisa kapan aja di mana aku mau dan jika sempat. Yaah aku jadi teringat kata ibu setelah aku memutuskan untuk menjadi penyanyi ibu mengatakan
“nak, kamu yakin mau jadi penyanyi dan berhenti dari hoby menulismu itu?”
“iya, ma”
“tapi kamu kan sudah suka membaca dan menulis sejak kecil, kan sayang juga kalau disia siakan bakatmu ini”
“bakat apa? Mengarang cerita? Ma, itu gk bisa dibilang bakat, itu gk ada apa apanya dari pada mama, kakak, sama papa. Liara tuh gk ada apa apanya kalu Cuma jadi penulis.”
“hmm mama gk ngelarang kamu kok nak, mau jadi apa kamu itu pilihanmu itu keputusan liara, tpi ingat pesan mama ini tetaplah jadi dirimu sendiri.”
“iya, ma. liara mengerti”

“jadi dirimu sendiri ya, nak”  jadi diri sendiri? Yang seperti apa? Setelah aku memikkirkan itu aku bertanya kepada mama dan menceritakan apa yang kurasakan.
Setelah mendengar keluhanku mama bertanya.
“sekarang kamu mau apa?”
“mau apa? Yah liara mau…-“
“mau? Jadi penulis yang mudah, gk mau. jadi penyanyi juga gk mau.. jadi gimana?
“jadi penyanyi susah sih ma.. kan liara kira itu gampang.. tapi kalau Cuma jadi penulis gk ada apa apanya sama mama juga kakak. Mama seorang aktris, kakak penyanyi terkenal. Liara Cuma penulis biasa dong.”
“gk ada yang namanya gampang di dunia ini, anakku. Semua keberhasilan memerlukan usaha. Nak, mama kan bilang mau jadi apa itu keputusanmu.. tapi ingat jati dirimu, jadilah diri sendiri.”
“iya, ma. ma, kalau liara berhenti jadi penyanyi gimana? Liara capek, terus gk bebas. Kayaknya jadi penulis aja deh”
“apapun yang liara mau.”
Setelah itu aku kembali menjadi penulis, aku mengerti maksud mama untuk jadi diri sendiri, jadilah dengan apa yang sudah terlahir dalam diri kita sejak kecil. Dan sekali lagi aku punya ide. Kali ini mungkin gk terlalu buruk idenya. Setelah memikirkan ide itu, aku mengusulkan ke mama, papa, dan kakak. Semuanya menyetujuinya.
Sebulan kemudian, kami sekeluarga mengadakan drama musical. Yup, inilah ideku. Aku ingin menulis suatu cerita yang biasa disutradarai oleh papa dan di perankan oleh mama, gk lupa untuk memasukkan unsur musical agar kakak bisa bernyanyi. Nah kami jadi punya pekerjaan yang tepat. Seperti kelihatannya aku akan menulis suatu cerita, lalu papa akan menyutradarai filmnya dan  mama dan kakak akan menjadi peran didalamnya. Lengkap! Ini keluarga yang hebat.. luar biasa! Aku bersyukur jadi diri sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar